BAGAIMANA POTRET PENDIDIKAN DI INDONESIA?

BAGAIMANA  POTRET PENDIDIKAN DI INDONESIA?

Potret Pendidikan di Indonesia, bagaimana keadaannya? Bagaimana prestasinya?, nyatannya potret Pendidikan di Indonesia sangatlah memperihatinkan walaupun setiap tanggal 2 mei selalu di peringati sebagai hari Pendidikan nasional, dari data UNESCO dalam Global Educatin Monitoring (GEM) Report 2016, mutu Pendidikan di Indonesia hanya menempati peringkat ke-10 dari 14 negara berkembang, sedangkan kualitas guru sebagai komponen penting dalam pendidikan tergolong memprihatinkan, berada di urutan ke-14 dari 14 negara berkembang di dunia.

Mutu Pendidikan di Indonesia, masih menjadi persoalan yang serius, faktanya 75% sekolah di Indonesia tidak memenuhi standar layanan minimal dalam hal Pendidikan bahkan kualitas Pendidikan di Indonesia menempati urutan ke-40 dari 40 negara (The Learning Curve,2014), belum lagi maraknya terjadi kekerasan di sekolah yang menyebabkan beberapa siswa meninggal akibat kekerasan di dunia Pendidikan.

Berdasarkan Ikhtiar Eksekutif Strategi Nasional penghapusan kekerasan anak pada tahun 2016-2020 oleh Kemen-PPPA terdapat 84% siswa pernah mengalami kekerasan di sekolah dan 50% pernah mengalami perundungan atau (bullying) di sekolah, sementara potret lainnya yaitu, sekitar 27% pengguna narkoba di Indonesia adalah mahasiswa dan pelajar (Puslitkes UI dan BNN,2016). Data yang mencengangkan dan mewarnai dunia Pendidikan di Indonesia 24% adalah mahasiswa dan 23,3% pelajar.

Dari semua data di atas harusnya ini bisa menjadi acuhan untuk Indonesia agar membenahi tatanan dalam hal dunia Pendidikan.

Indonesia sekarang ini tengah mengalami disorientasi,bisa dibilang Pendidikan di Indonesia berorientasi pada “tahu sedikit tentang banyak hal, tetapi tidak tahu banyak tentang suatu hal”, untuk mengembalikan mutu Pendidikan di Indonesia, salah satunya yaitu harus ada Langkah khusus untuk membenahi kualitas guru di Indonesia, nyatanya masih banyak guru di Indonesia yang menggunakan cara “top-down” dalam pembelajarannya,sehingga di sini guru seolah berada di atas dan siswa berada di bawah, guru merasa berkuasa untuk membentuk siswanya, dan siswa tidak di ajarkan untuk mengeksplorasi kemampuan dirinya sehingga siswa tidak mampu mengenal dirinya sendiri, guru sering lupa belajar bukanlah proses untuk menjadi ahli pada mata pelajaran sehingga guru beranggapan siswa hanya perlu di beri pengetahuan bukan pengalaman.

Jika model pembelajaran di Indonesia masih seperti ini, mutu pembelajaran di Indonesia tetaplah omong kosong belaka,di sini guru harus mampu mengubah kurikulum menjadi unit pembelajaran yang mampu menembus ruang-ruang kelas, guru juga harus bisa membangun kreativitas siswanya agar berkembang, sosok guru haruslah menjadi panutan bagi siswa-siswa nya, guru harus menjadi sosok yang tidak dominan di kelas karena guru bukanlah kunci jawaban. Tapi sebagai penuntun siswa dalam  pelajaran yang diminatinya,

Jika semua tatanan ini terpenuhi pasti Indonesia bisa atau bahkan mampu bangkit dalam dunia Pendidikan ini,karna kesuksesan suatu negara bukan dari presidennya tapi dari seluruh rakyatnya dan mau ikut serta dalam menjaga dan menjunjung negaranya tercinta.

 

Comments